You are here:

Home Category Table Alasan Bayi Menangis
Alasan Bayi Menangis PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 27 March 2012 14:06

Tangisan bayi yang lama sering membuat para orang tua stress dan bingung. Hal ini tidak hanya dialami oleh orang tua baru atau pengasuh. Menangis digunakan bayi sebagai alat komunikasi yang paling efektif bagi bayi dan si kecil sangat peka terhadap respon yang ibu berikan. Tiap kali si kecil menangis karena lapar/haus atau popoknya basah, segera berikan respon positif, misalnya datangi, gendong dan peluk. Respon yang terlambat dapat menyebabkan si kecil mengalami kecemasan. Untuk mengetahui cara menenangkan si kecil terlebih dahulu, kenali dulu penyebabnya.

Anda membutuhkan waktu, kesabaran dan pengamatan yang teliti untuk mengetahui apa yang ingin disampaikan bayi, Penting bagi bunda untuk memahami arti tangisan si kecil. Coba bunda perhatikan, tangisan laparnya berbeda dengan tangisan karena popoknya basah. Bila bunda sudah menguasai "bahasa" tangisannya, bunda akan bisa memberikan respon yang tepat dan menenangkannya, sehingga si kecil merasa nyaman dan aman.. Berikut beberapa faktor yang membuat si kecil menangis:

"Aku Lapar"

Sejak lahir hingga usia 3 minggu, kebanyakan bayi menangis karena lapar. Anda bisa melihat si kecil membuka mulut, mengisap jari dan berusaha memegang payudara anda ketika hendak digendong. Segera gendong dan susui si kecil. Ia biasanya cepat tenang.

"Aku sangat lelah"

Sekalipun bayi menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur, ia kadang-kadang tidak mengetahui ia membutuhkan tidur jika kelelahan. Bayi yang kelelahan biasanya menggosok mata atau menguap. Kelelahan membuatnya susah tidur. Anda biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk menenangkan bayi yang kelelahan.

"Ma, aku tidak enak badan"

Si kecil sudah disusui, popoknya juga baru diganti, tetapi mengapa masih menangis? coba periksa suhu tubuhnya, mungkin demam? Sakit itu tidak nyaman dan tidak menyenangkan. Bayi pun merasakannya. Periksa jika si kecil tampak terluka atau sakit. Tangisan bayi sakit berbeda dengan tangisan biasa. Orang tua umumnya cepat mengenalinya. Jika sudah mengenali tangisan sakitnya, segera bawa ke dokter.

"Ganti popokku, dong"

Bayi tidak nyaman jika popoknya kotor. Biasanya, ia akan segera memberitahu anda jika popoknya ingin diganti. Untuk mencegah si kecil susah ditenangkan, segera ganti popoknya jika ia buang air besar atau terlalu basah.

Kedinginan atau kepanasan

Bayi baru lahir senang "dibungkus" dan mendapat kehangatan. Maka tak heran jika si kecil akan menangis ketika ibu terlalu lama membiarkannya dalam keadaan terlanjang. Periksa tangan, kaki dan kepala bayi. Perhatikan apakah ia menggigil atau berkeringat. Jika leher dan telinga berkeringat, ia kepanasan. Hindari "membungkus" si kecil dengan berlapis-lapis pakaian, karena kalau kepanasan pun, si kecil pasti rewel.

"Aku bosan"

Si kecil memang "pencari' perhatian yang ulung, tetapi ketika merasa perhatian yang diberikan terlalu berlebihan, maka si kecil pun akan menangis. Coba perhatikan ketika si kecil ikut berkumpul di acara arisan keluarga. Pada awalnya ia akan senang, tetapi terlalu banyak orang yang mengajaknya bermain, menciumnya atau mencolek-colek pipinya yang menggemaskan, pada akhirnya akan membuatnya bosan, lelah dan menangis. Cobalah untuk menggunakan cara yang berbeda untuk menarik perhatiannya, misalnya: menyanyi, berkeliling dengan mobil, atau pindah ke ruangan lain.

"Aku bingung"

Bayi akan resah bila mendapat terlalu banyak stimulasi - lampu terang, suara keras, gerakan tiba-tiba atau terlalu banyak diayun. Perhatikan apa yang membuat ia resah, lalu kurangi jumlahnya. Bayi yang peka biasanya lebih nyaman dengan rutinitas. Bentuk jadwal makan, mandi, jalan-jalan atau tidur. Usahakan semuanya dilakukan pada waktu yang sama.

Ingin digendong

Si kecil akan merasa senang dan aman ketika di peluk, digendong, melihat wajah ibu/ayah, mendengar suara ibu/ayah dan mendengar debar jantung ibu/ayah. Setelah disusui, disendawakan atau diganti popoknya, tidak ada salahnya jika ibu menggendongnya sebentar saja.

Kolik

Kadang si kecil sangat rewel dan susah ditenangkan. Mungkin penyebabnya adalah kolik. Dikatakan kolik jika si kecil terus menerus menangis selama minimal 3 jam/hari dan kejadian ini berulang minimal 3 kali/minggu. Pola tangisan ini penyebabnya tidak jelas, dan dijumpai pada bayi usia dibawah tiga bulan yang sehat dan cukup mendapat ASI. Kabar baiknya, hal ini akan hilang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia.

 

 

Last Updated on Wednesday, 28 March 2012 11:32
 
  • olalababy.jpg
  • thermometer 2.jpg