You are here:

Home Category Blog Seputar Imunisasi
Seputar Imunisasi PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 14 June 2010 06:00

Apa sih manfaat imunisasi? Dan kapan harus diberikan? Agar ibu tidak salah kaprah, silahkan simak tanya jawab seputar imunisasi dibawah ini.

Mengapa anak perlu imunisasi?

Karena usia anak-anak merupakan usia yang paling rentan terhadap berbagai virus dan penyakit. Maka sejak usia dini, anak perlu mendapatkan kekebalan tubuh melalui suntikan vaksin/imunisasi, untuk menghindari si kecil dari penyakit yang mungkin dapat mengakibatkan cacat dan bahkan kematian.

Bagaimana proses kekebalan itu terjadi?

Pada dasarnya, kekebalan seseorang itu terbentuk dalam dua cara, yaitu: kekebalan pasif dan kekebalan aktif. Pada kekebalan pasif, tubuh tidak membentuk sendiri kekebalan tubuhnya. Sedangkan pada kekebalan aktif, tubuh ikut berperan dalam membentuk kekebalan. Kekebalan aktif dan pasif itu sendiri dapat berlangsung secara alami melalui dua cara, yaitu bawaan ataupun didapat dari luar.

Lalu, kekebalan seperti apa yang dimiliki bayi di bulan-bulan pertamanya?

Biasanya bayi usia 0 - 4 bulan,  memiliki kekebalan pasif bawaan yang didapat pada zat anti yang diperoleh dari ibunya melalui plasenta. Karenanya, sampai usia 5 bulan, tubuh si kecil sanggup menahan serangan berbagai penyakit tertentu, seperti campak, difteri dan beberapa penyakit lainnya. Selain kekebalan pasif bawaan, si kecil juga bisa memperoleh kekebalan yang didapat melalui pemberian serum ke dalam tubuhnya, yang biasanya terjadi dalam waktu relatif singkat, yaitu sekitar 2 - 3 minggu. Serum ini biasanya diberikan untuk mencegah penyakit campak, tetanus, dan lain-lain.

Lalu, bagaimana halnya dengan kekebalan aktif?

Kekebalan aktif juga bisa terjadi secara alami atau buatan. Keuntungannya, kekebalan aktif ini dapat berlangsung lama, meskipun baru dapat terbentuk 3 sampai 4 bulan setelah pemberian zat, karena tubuh memerlukan waktu untuk membentuk zat anti dalam kadar tertentu untuk dapat menolak penyakit.

Imunisasi apa yang diperlukan si kecil usia 0 - 4 bulan?

Pada bayi usia 0 - 4 bulan, ada beberapa imunisasi yang perlu diberikan secara bertahap, yaitu: BCG, DPT, Polio dan Hepatitis B.

Dapat dijelaskan satu persatu, kapan imunisasi tersebut dapat diberikan? dan apa manfaatnya?

Imunisasi BCG

Kapan?

Imunisasi BCG biasanya diberikan beberapa hari setelah bayi lahir atau sesudahnya.

Manfaatnya?

untuk mendapatkan kekebalan terhadap penyakit TBC. Biasanya disuntikkan dilengan.

Reaksinya?

Pada waktu 4 - 8 minggu kemudian, akan timbul bisul kecil yang kemudian mengering dan meninggalkan bekas jaringan parut.

Imunisasi DPT

Kapan?

Imunisasi ini diberikan pertama kali pada bayi usia tiga bulan, untuk kemudian dilanjutkan selang satu bulan berikutnya.

Manfaatnya?

Untuk mendapatkan kekebalan terhadap penyakit Difteri, Partusis (Batuk Rejan) dan tetanus. Disuntikkan pada lengan atau paha bayi.

Reaksinya?

Anak menjadi sedikit demam, gelisah dan rewel. Namun, biasanya dokter membekali obat-obatan tertentu untuk mengatasi keluhan-keluhan tersebut.

Imunisasi Polio

Kapan?

Imunisasi polio diberikan secara bertahap mulai usia bayi tiga bulan untuk kemudian dilanjutkan selang satu bulan kemudian.

Manfaatnya?

Untuk mencegah penyakit Poliomyelitis yang dapat menyebabkan kelumpuhan pada kaki. Diberikan secara oral, yaitu dengan menelan obat vaksin polio lewat mulut.

Hepatitis B

Kapan?

Imunisasi ini bisa diberikan saat bayi baru lahir atau sesudahnya.

Manfaatnya?

Untuk mencegah penyakit Hepatitis B yang sampai sekarang belum ditemukan obat penyembuhannya. Padahal bila dibiarkan penyakit ini bisa menjadi pemicu penyakit kanker. Imunisasi ini perlu diulang secara berkala menurut keadaan atau petunjuk dokter. Lebih baik mencegah daripada mengobati kan ya?

Caranya?

Bisa lewat cara pasif, yaitu dengan memberikan bahan yang kaya akan zat kekebalan, dan bisa juga dengan cara aktif, yaitu dengan merangsang tubuh untuk menghasilkan sendiri zat kekebalan terhadap Hepatitis B.

Mengapa imunisasi perlu diulang?

Imunisasi perlu diulang dalam jangka waktu tertentu untuk memperkuat kekebalan yang mulai menurun di dalam tubuh. Namun, bila ibu lupa melakukan imunisasi ulang, ibu tidak perlu melakukan lagi imunisasi dasar.

 

 

Apa pengaruh ASI terhadap imunisasi, khususnya imunisasi Polio?

Imunisasi Polio umumnya diberikan secara oral, dan seringkali ibu langsung memberikan ASI pada si kecil begitu ia mendapatkan imunisasi. ASI memang mempunyai zat penetral terhadap vaksin polio yang mengakibatkan hasil imunisasi berkurang, tetapi zat ini hanya ada pada ASI yang diproduksi pada minggu pertama dan kedua setelah kelahiran bayi, selebihnya ASI tidak membawa pengaruh apapun terhadap imunisasi. Apalagi imunisasi Polio baru diberikan pada bayi usia 3 bulan.

Lalu, masih adakah imunisasi yang perlu diberikan pada si kecil?

Tentu saja! Misalnya, imunisasi campak, demam Tifoid dan Paratifoid, MMR (Maesles, campak, mumps, gondong, rubella), tapi pemberiannya dilakukan setelah usia si kecil sudah agak besar.

 

Last Updated on Monday, 14 June 2010 14:41
 
  • olalababy.jpg
  • thermometer 2.jpg