You are here:

Home Category Blog Masalah Tidur pada Bayi
Masalah Tidur pada Bayi PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 15 February 2012 06:00

Bayi baru lahir akan tidur selama kurang lebih 14-18 jam setiap harinya. Tetapi lama setiap episode tidurnya tidak lebih dari 2-4 jam, jadi pada malam hari ibu pasti akan sering terbangun oleh tangisan si kecil yang ingin disusui ataupun diganti popoknya. Hampir semua bayi memiliki tidur pola tidur yang tidak menentu. masalah tidur terbesar yang dihadapi orang tua baru adalah bayi sulit tidur atau tidak mau tidur sepanjang malam. Jika anda mencoba membangun kebiasaan tidur teratur pada bulan pertama rasanya terlalu dini. Sebab bayi baru lahir menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur. Beberapa masalah tidur baru muncul sekitar enam bulan menjelang akhir tahun pertama. Misalnya: tidak dapat membedakan siang dan malam atau sering terbangun tengah malam.

Tertukarnya siang dan malam

Jangan heran apabila bayi bangun dan bermain pada malam hari. sebaliknya ia tidur sepanjang siang. Selama sembilan bulan, bayi hidup dalam lingkungan yang gelap sehingga ia belum mengenal terangnya siang dan gelapnya malam.  Untung saja kondisi ini tdak menetap. Tetapi bayi membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Sejalan dengan bertambahnya usia, si kecil mulai belajar membedakan siang dan malam. Tantangan anda adalah mengajarkan kepada bayi untuk membedakan siang dan malam (malam adalah waktu tidur). Jika pada siang hari ibu rajin berinteraksi, si kecil akan belajar untuk memusatkan tidurnya pada malam hari.

Agar proses ini cepat berlalu, usahakan jam tidur siangnya dikurangi. Membangunkan bayi tidur memang sulit tetapi bukan tidak mungkin. Jika ia terbangun, usahakan membuatnya terjaga lebih lama, misalnya mengajaknya berbicara. Jangan pula membuatnya terbangun terus pada siang hari. Kelelahan menyebabkan bayi tidak bisa tidur nyenyak pada malam hari.

Sering Terbangun

Bayi baru biasanya membutuhkan makan setiap 2-4 jam sepanjang hari. Jadi, jangan terlalu berharap ia akan tidur sepanjang malam hingga usianya dua bulan. Ia terbangun karena membutuhkan nutrisi. Bayi prematur biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk makan pada malam hari. Selain lapar, bayi sering terbangun mungkin karena sakit atau alergi. Bisa jadi ia hipersensitif untuk merespon perubahan kecil di lingkungan sekitarnya.  Pada usia dua atau tiga bulan, bayi siap untuk tidur lebih lama. Kecuali, ada masalah kesehatan, jangan membangunkan bayi hanya untuk menyusuinya.

Siklus tidur bayi baru lahir jauh lebih pendek daripada orang dewasa dan merupakan tidur Rapid Eye Movement (REM) yang sifatnya lebih ringan dan lebih mudah dibangunkan/terbangun. Namun, hal tersebut tidak berlangsung lama, memasuki usia 1,5 - 2 bulan, pada siang hari periode tidurnya akan lebih pendek dan pada malam hari periode tidurnya lebih panjang. Pola tidur REM nya semakin berkurang dan sedikit demi sedikit digantikan oleh pola non-REM.

Tetapi ada juga bayi yang baru mencapai periode tidur malam yang panjang pada usia 5-6 bulan. Bahkan sampai memasuki masa batita pun ada ibu yang masih harus terbangun tengah malam untuk membuat susu atau mengganti popok atau celana yang basah. Disini sangat dibutuhkan peran ibu untuk menanamkan kebiasaan tidur yang baik.

Perlu Pembiasaan

Bayi menyukai rutinitas, terutama berkaitan dengan waktu tidur. Membiasakan sesuatu sebelum ia tidur seperti memberi makanan (menyusui) atau perhatian (mengendong, menyanyikan lagu nina bobo, menepuk-nepuk) bisa membantunya tertidur. Ia akan mengerti setelah melakukan kegiatan tersebut, artinya waktu tidur telah tiba. Tetapi bayi memiliki alasan penting untuk terbangun di malam hari. Ia mungkin mengalami infeksi telinga. Jika ini terjadi, anda perlu mengendong dan segera membawanya ke dokter.

 

Last Updated on Friday, 17 February 2012 04:38
 
  • olalababy.jpg
  • thermometer 2.jpg