You are here:

Home Category Blog The Basic of Colic
The Basic of Colic PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Sunday, 10 August 2008 23:15

Kolik merupakan sebutan untuk menjelaskan tangisan yang tidak terkontrol pada bayi yang sehat. Jika bayi anda berusia di bawah 5 bulan dan menangis selama 3 jam berturut-turut selama 3 hari atau lebih dalam 1 minggu, selama paling tidak 3 minggu (Phew!), kemungkinan besar ia kolik. Kolik bukanlah suatu penyakit dan tidak menyebabkan bahaya jangka panjang tetapi kondisi tersebut tentunya sangat tidak nyaman bagi bayi dan orang tua.

 

Apa tanda-tanda kolik?

Kolik seringkali muncul pada bayi berusia 2 - 3 minggu. Pada umumnya bayi menangis karena popoknya basah, lapar, ketakutan atau lelah. Bayi yang kolik menangis terus menerus dan berlebihan tanpa sebab. seringkali pada waktu yang sama setiap harinya.

Jika bayi anda kolik, perutnya akan lebih besar dan jika anda perhatikan bayi anda akan menarik dan mendorong kakinya secara bergantian dan mengeluarkan gas ketika ia menangis.

Berapa lama hal ini akan berlangsung?

Kabar baiknya, Puncak terjadinya kolik adalah pada usia sekitar 6 minggu dan kemudian berangsur-angsur secara signifikan akan membaik dalam usia 3 - 4 bulan. Dan biasanya pada usia 5 bulan, bayi sudah tidak mengalami kolik lagi.

Ya, memang perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan. Buatlah bayi merasa nyaman semampu yang anda bisa dan jangan segan-segan meminta bantuan jika anda  membutuhkannya. Menjaga bayi yang sedang kolik amat  melelahkan, anda harus mengambil waktu untuk beristirahat sebentar selama waktu tersebut. Mintalah bantuan pada keluarga atau teman untuk membantu menjaganya sebentar, sementara anda dapat menenangkan diri anda.

Mengapa bayi dapat menderita kolik?

Kolik merupakan salah satu misteri dalam kehidupan bayi. Kira-kira 20% bayi mengalami kolik. Baik Bayi baru lahir atau beberapa minggu setelahnya, laki-laki atau perempuan, minum ASI atau formula. Tidak ada yang tahu mengapa beberapa bayi cenderung mengalami kolik sementara lainnya tidak. Namun teori mengatakan, Bayi anda mungkin kolik disebabkan oleh sistem pencernaannya belum matang atau sensitif (Kata Colic diambil dari kata yunani Kolikos, yang berarti usus. Saluran pencernaan bayi mengandung sangat sedikit enzim dan cairan yang berfungsi untuk mencerna makanan, jadi mencerna protein yang terkandung di dalam ASI atau susu formula dapat menyebabkan terbentuknya gas (kembung) di dalam perut yang cenderung menyakitkan dan membuat bayi tidak nyaman.

Hal tersebut diperparah lagi dengan ketika menangis berteriak dapat menyebabkan bayi menelan banyak udara sehingga menyebabkan bayi kembung. Jika bayi anda kolik karena problem di perutnya, maka kondisinya akan bertambah parah sehabis makan atau sebelum buang air besar.

Beberapa ahli percaya kolik merupakan semacam pelepasan fisik yang pada bayi yang tegang. Bayi anda mungkin akan dengan mudah merasa tegang jika ia sensitif terhadap lingkungan sekitarnya, Sebagai contoh: Jika bayi baru saja pulih dari persalinan yang sulit atau lahir prematur dan susunan syarafnya masih dalam tahap berkembang. Maka ketika malam hari tiba, bayi tidak dapat menerima simulasi dari lingkungan sekitarnya lagi dan kemudian akan menangis untuk menumpahkan kegelisahannya.Perlu diingat bahwa jika anda merokok pada masa kehamilan anda dan tetap merokok sampai saat ini, maka kemungkinan bayi anda kolik akan lebih besar 2 kali lipat (walaupun resiko tersebut akan sedikit berkurang jika memberinya ASI).

Perlukah saya membawa bayi saya ke dokter, jika menurut saya ia kolik?

Ya, berdiskusi tentang tangisan bayi anda merupakan ide yang sangat baik. Dokter anda dapat memeriksa apakah ada penyebab lain di luar kolik yang menyebabkan ia menangis seperti misalnya infeksi urin dan membantu anda menentukan tindakan terbaik untuk bayi anda jika memang menderita kolik.

Jika bayi anda memiliki gejala lain yang tidak biasa seperti demam, muntah atau BAB berdarah - hubungi dokter anda segera. Gejala tersebut bukan merupakan gejala kolik.

Saya dengar kolik pada bayi yang mendapat ASI disebabkan karena apa yang dimakan ibunya, apakah hal ini benar?

Pada beberapa bayi yang minum ASI dapat menderita kolik karena apa yang dimakan oleh ibu mereka. Banyak kontroversi mengenai makanan apa saja yang dapat menyebabkan bayi kolik, terutama produk susu sapi dan sejenisnya (Dairy Product). Jika anda menyusui, cobalah untuk menghentikan susu sapi, keju dan yogurt untuk beberapa minggu untuk melihat adanya perbedaan (protein susu sapi dapat bertahan agak lama di dalam ASI, sehingga "diet percobaan" ini menuntut kesabaran anda).

Makanan lainnya yang patut dicurigai adalah makanan pedas, gandum, kacang-kacangan, stroberi, kol, brokoli, bawang putih, kafein dan alkohol. Hindarilah jenis makanan tersebut Untuk melihat apakah jenis makanan tersebut menyebabkan bayi anda tidak nyaman. Pada saat bayi anda sudah terlihat lebih baik, kenalkan satu jenis makanan dalam satu waktu. Berikan waktu beberapa hari sebelum mencoba makanan lainnya. Jika bayi anda mulai rewel dan tidak nyaman setelah anda mengkonsumsi makanan tertentu, maka anda telah mengetahui makanan apa yang sebaiknya dihindari. Anda harus menghindari makanan tersebut hingga sensitivitas bayi anda telah berkembang (sekitar usia 3 bulan). Tentunya, membuang kopi atau makanan/minuman berkafein lainnya dari daftar makanan/minuman anda sehari-hari adalah harga yang sangat kecil yang harus anda bayar untuk bayi yang sehat dan gembira. So, kenapa tidak?.

Apakah susu formula yang salah dapat menyebabkan bayi kolik?

Tidak selalu. Namun jika bayi anda minum susu formula dan kolik, sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter anda mengenai perlunya mengganti susu formula dari susu sapi ke susu formula yang tidak mengandung protein dari susu sapi.

 

 

Last Updated on Saturday, 29 May 2010 06:03
 
  • olalababy.jpg
  • thermometer 2.jpg