You are here:

Home
Aman & Nyaman Terbang Bersama Bayi PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 12 March 2014 00:17

Ada banyak hal yang harus diperhatikan saat mengajak si kecil yang masih bayi naik pesawat. Sebelum liburan menjadi bencana, yuk simak tipsnya..

Dengan alasan tertentu, tidak jarang orang tua harus mengajak buah hatinya yang masih bayi ke luar negeri. Seperti misalnya: Membawa kembali sang buah hati pulang setelah melahirkan di luar negeri.

Masalah utama saat berpergian dengan pesawat adalah perbedaan tekanan udara saat Take Off, Landing, atau saat perjalanan panjang di mana tekanan udara bisa turun. Nah, pada saat terjadi perubahan tekanan udara, telinga akan merasa seperti "menutup". Itu pula yang akan dirasakan oleh bayi saat berada di pesawat, sehingga dikhawatirkan pendengarannya akan terganggu.

Harus Sehat

Meski begitu, tidak ada batasan umur anak boleh diajak naik pesawat. Yang perting harus sehat, tidak sedang sakit dan persiapkan semua perlengkapan yang dibutuhkan. Jika bayi sedang sakit, seperti pilek, sebaiknya tidak membawa bayi naik pesawat, jarak dekat sekalipun. Sebab naik pesawat akan membuat telinga bayi terasa sangat sakit, sehingga membuatnya rewel. Rasa sakit di telinga muncul karena ada perubahan tekanan udara secara mendadak dalam pesawat. Perubahan tekanan udara itu akan menyebabkan penyempitan rongga telinga bagian dalam, sehingga membuat seseorang melakukan gerakan menelan air ludah agar mempertahankan rongga itu tetap terbuka. Bila rongga tersebut tetap tertutup, karena suatu hal seperti menderita batuk-pilek, telinga akan merasa sangat sakit.

Persiapan

Setelah memastikan kondisi bayi sehat. Lakukan persiapan berikut ini:

  • Bawa Bekasl ASI Perah - Peraturan penerbangan membatasi membawa cairan maksimal 100 ML ke dalam pesawat kecuali susu, makanan bayi dan obat-obatan khusus. Bila bayi bawa susu formula, bawa susu formula dalam wadah khusus yang siap tuang ke botol atau langsung siapkan di dalam botolnya. Air hangat dapat minta ke awak kabin.
  • Pakai Baju yang Nyaman - Pilih baju yang tidak membuat bayi merasa gerah atau kedinginan, sehingga ia tetap merasa nyaman dalam perjalanan dan tidak rewel. Jangan lupa membawa baju ganti. Hindari memakaikan baju berlapis-lapis pada bayi sedangkan cuaca sedang terik.
  • Pakaikan Diapers - Sebaiknya pakaikan popok sekali pakai atau Diapers agar bayi merasa nyaman karena daya serap yang baik dan permukaan yang tetap kering dan anda juga tidak ribet karena jika si bayi pipis atau pup tidak "banjir" kemana-mana. Tapi, jangan biarkan Diapers-nya terlalu penuh. Secara berkala, cek Diapers-nya. Bila memang sudah penuh, segera ganti agar tidak terjadi iritasi.
  • Bawa Obat-obatan - Seperti penurun panas, obat pilek, dan diare untuk berjaga-jaga bila bayi mengalami gangguan kesehatan.

Ciptakan Rasa Nyaman

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah menciptakan rasa nyaman saat bayi berada di pesawat. Jangan sampai membuat ia merasa lelah yang ujung-ujungnya kana membuatnya rewel. Membawa bayi berpergian jarak jauh memang lebih sulit dibanding anak yang sudah dapat diberitahu. Bayi bisa saja rewel karena suasananya tidak nyaman. misalnya, terlalu dingin, haus, Diapers-nya penuh, lapar atau lelah.
Bila bayi rewel, disarankan agar mengajaknya berdiri atau berjalan-jalan dalam pesawat. Caranya, gendong bayi dalam posisi berdiri menghadap ke belakang, kemudian tepuk-tepuk punggungnya untuk meredakan rewelnya.
Yang penting safety belt-nya sedang tidak menyala, karena berarti kondisi saat itu benar-benar aman. Sedangkan, pada saat, landing dan take off dimana akan terjadi perubahan tekanan udara, berikan sesuatu untuk ditelan. Kalau masih minum ASI, segera susui. Atau, beri susu botol, agar telinganya tidak tertutup. Prinsip itu sama dengan saat maskapai memberi kita permen sebelum pesawat take off. Tujuannya agar penumpang bisa mengunyah sesuatu, sehingga telinga tidak tertutup. Jika pesawat terdengar bising, tutup telinga bayi dengan kapas. Tapi, itu tidak akan menghilangkan rasa tertutup pada telinga akibat perubahan tekanan udara.

Perhatikan!

  • Pilih waktu terbang paling aman. misalnya malam hari (untuk perjalanan panjang) atau pada saat jam tidur siang untuk jarak pendek. Dengan begitu, bayi bisa tidur tenang di pesawat.
  • Informasikan kepada maskapai penerbangan anda bahwa anda berpergian dengan bayi. Dengan begitu, awak pesawat akan menyiapkan sabuk pengaman tambahan (untuk anak yang dipangku) atau membantu memasangkan car seat.
  • Pesan satu tempat duduk tambahan khusus bayi. Terutama bila bayi sudah cukup besar. Tidak dianjurkan memangku bayi terus menerus di pesawat. Sebab, turbulensi atau perubahan tekanan udara secara drastis bisa membuat si kecil terlepas dari pegangan anda. Belum lagi jika terjadi kecelakaan, bisa saja bayi terjepit oleh tubuh anda.
  • Pesan seat di bagian depan kabin agar anda mendapat lebih banyak ruang untuk kaki. Kursi di bagian depan kabin juga tidak bising karena jauh dari mesin pesawat. Jangan mau jika petugas memberikan seat di dekat emergency exit, meski area tersebut lebih longgar.

 

Last Updated on Thursday, 27 March 2014 08:35
 
  • olalababy.jpg
  • thermometer 2.jpg