You are here:

Home Section Blog News Dari ASI ke Susu Botol
Dari ASI ke Susu Botol PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 11 July 2012 09:12

Susu: Makanan pertama yang sempurna

Di awal bulan, satu-satunya makanan yang dibutuhkan bayi untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya adalah susu. Baik itu susu Ibu maupun susu formula. Semua bayi dilahirkan dengan cadangan zat besi alami yang akan habis dalam 6 bulan pertama dan ini bisa dipenuhi kembali dengan pemberian susu.

 

Air Susu Ibu (ASI)

Air susu ibu merupakan makanan pertama yang paling baik bagi awal kehidupan bayi. Susu mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan dengan jumlah kandungan yang tepat. Susu mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan dengan jumlah kandungan yang tepat dan menyediakan antibodi atau zat kekebalan untuk membantu melawan infeksi. Susu juga mengandung hormon dan berbagai faktor pemacu pertumbuhan lain. Kadar asam lemak yang tinggi di dalam air susu ibu juga melindungi bayi dari kemungkinan alergi (terutama yang memiliki riwayat kurang toleran terhadap makanan atau alergi, seperti asma atau eksema). Kadar zat besi di dalam air susu ibu rendah, tapi zat besi mudah diserap dan akan bergabung dengan cadangan zat besi di dalam tubuh bayi sendiri. Komposisi air susu ibu akan berubah jika bayi lahir prematur. Air susu ibu juga beradaptasi dengan pertumbuhan bayi dan perubahan kebutuhannya. ASI dapat menjadi lebih encer di cuaca panas untuk memuaskan rasa haus bayi. ASI juga bersifat steril, gratis dan selalu siap pada suhu yang tepat untuk disajikan sesuai kebutuhan.

 

Menyusui

Menyusui, seperti keahlian baru lainnya, biasanya sulit dikuasai, terutama di hari-hari pertama. Luangkan waktu untuk mempelajarinya, beristirahatlah dengan cukup, dan pastikan anda minum banyak air. Cara bayi menghisap payudara merupakan hal yang penting dan bisa menyakitkan jika dilakukan dengan tidak benar. Jangan menyerah dan jangan takut untuk meminta saran dari bidan (sampai 10 hari setelah melahirkan), petugas kesehatan atau konsultan ASI. Susuilah bayi selama ibu dan bayi senang melakukannya 0 bisa selama 6 minggu, 6 bulan, satu tahun atau lebih.

Nilai Tambah

Air susu ibu memberi banyak manfaat untuk bayi kita.

  • Air susu ibu berubah-ubah sesuai kebutuhan bayi.
  • Air susu ibu sama dengan dua porsi makanan bagi bayi. Seperti hidangan pembuka dan hidangan utama. Foremilk yang merupakan hidangan pertama akan memuaskan rasa haus dan selanjutnya hindmilk yang akan memuaskan rasa lapar.
  • Air susu ibu mudah dicerna dan menghasilkan sedikit sisa buangan. Inilah mengapa sebabnya bayi yang minum ASI hampir tidak pernah mengeluarkan bau yang tidak sedap.
  • Semakin banyak bayi menyusu, semakin banyak air susu ibu yang akan dihasilkan.
  • Antibodi yang penting di dalam air susu ibu membantu melawan infeksi dan memberikan perlindungan selama ASI masih diberikan. Situasi ini memberikan waktu bagi sistem kekebalan tubuh bayi untuk berkembang.
  • Bayi yang hanya minum air susu ibu jarang menderita alergi, seperti asma dan eksema.

 

Menyusui juga baik untuk para bunda

  • menyusui membantu kita memulihkan penampilan dengan cepat setelah melahirkan alias cepat langsing kembali.
  • Wanita yang menyusui memiliki resiko lebih rendah untuk terkena kanker ovarium dan kanker payudara sebelum menopause.
  • Air susu ibu murah - tidak perlu botol, dot, susu formula dan perlengkapan sterilisasi. Yang kita butuhkan hanyalah beberapa pasang bra menyusui yang baik.
  • Air susu ibu selalu siap pakai dan berada pada temperatur yang tepat. Ini akan mengurangi stress anda.

Beralih dari payudara ke botol

Memperkenalkan botol bukan berarti akhir dari menyusui. Banyak wanita yang berhasil menampung  air susunya dan tetap bisa menyusui bahkan ketika mereka sesekali tidak berada bersama bayinya atau sedang bekerja.

Bila kita menyusui, kita juga bisa memperkenalkan ASI dari botol setelah menampungnya. Namun, banyak ibu yang lebih suka melakukannya sejak pemberian makan sudah berjalan lancar.

  • Perkenalkan satu botol susu kepada bayi satu kali sehari selama beberapa menit.
  • Isi botol susu dengan ASI, susu formula atau air sejuk yang sudah dimasak, tetapi jangan berikan terlalu banyak air jika kita ingin terus memberikan ASI.
  • Berikan botol susu sebelum bayi benar-benar merasa lapar.
  • Minta pasangan atau teman kita untuk memberikan botol itu sehingga bayi tidak mencium ASI kita, atau berikan botol pada bayi ketika ia sedang duduk di atas kursi bayi.
  • Coba lunakkan dot botol susu dengan air masak sebelum digunakan. Jangan lupa untuk tidak membiarkannya dingin sebelum diberikan kepada bayi.
  • Mulailah dengan jumlah sedikit. Pertama kali, mungkin bayi hanya minum 25 ml susu. Jadi, berikan ASI yang ditampung atau susu formula dalam jumlah sedikit dan  pastikan kita membuang sisanya. Jangan tergoda untuk menghangatkannya kembali untuk pemakaian berikutnya.
  • Cobalah menggunakan berbagai bentuk dot. Sebagian bayi lebih suka dot karet yang lebih lunak daripada dot silikon.
  • Pastikan ukuran lubang dot tepat untuk bayi. Jika lubang terlalu kecil, bayi harus menghisap dengan kuat dan bisa menjadi jengkel. Bila lubang dot terlalu besar, air susu akan mengalir terlalu cepat sehingga bayi bisa tersedak. Periksa kemasannya, biasanya pabrik pembuat dot menuliskan rentang usia yang cocok.

Memberikan susu botol

Semua orang tahu bahwa ASI adalah yang terbaik, tapi ASI hanya baik jika kita dan bayi sama-sama senang melakukannya. Sebagian ibu tahu bahwa mereka akan memberikan susu botol dari awal. Namun, sebagian ibu memberikan susu botol setelah beberapa minggu atau beberapa bulan pemberian ASI yang menyakitkan.

Susu formula dirancang semirip mungkin dengan ASI dan memiliki nilai gizi yang sama. Namun, susu formula lebih lama dicerna daripada ASI. Sehingga bayi yang diberikan susu botol akan memiliki waktu makan rutin 4 jam sekali. Ingatlah bahwa setiap bayi tidak sama, jadi ikuti kebutuhan bayi kita.

Baca Petunjuk

Jangan tergoda untuk menyendok susu terlalu banyak atau membuat susu terlalu kental. Jika terlalu kental, susu menjadi terlalu terkonsentrasi dan membuatnya sulit dicerna. Hal ini menyebabkan ginjal bayi harus bekerja lebih keras. Ini tidak baik bagi bayi.

Pilih metode pemberian susu yang membuat kita dan bayi merasa rileks. Menyusui langsung belum tentu cocok untuk semua ibu. Ingat! susu botol akan memberikan kesempatan bagi pasangan kita untuk ikut merasa terlibat, juga memberikan waktu istirahat untuk kita.

 

 

Last Updated on Friday, 11 October 2013 06:12
 
  • olalababy.jpg
  • thermometer 2.jpg