You are here:

Home Section Blog Current Users Kebiasaan Bayi Menghisap Jari. Burukkah? Bagaimana mengatasinya?
Kebiasaan Bayi Menghisap Jari. Burukkah? Bagaimana mengatasinya? PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 20 January 2010 19:29

Wajar kok, bayi menghisap jari karena hal itu memang kebutuhannya. Hal ini justru menunjukkan si bayi sehat dan normal. Tahukah anda, kebiasaan ini sudah dimulai sejak bayi masih di dalam kandungan. Setiap bayi pasti akan menghisap jari, karena refleks hisap memang sudah seharusnya dimiliki bayi sejak lahir. Itulah mengapa, bila bayi mau menyusu, puting susu ibu tidak perlu dipaksa untuk dimasukkan ke mulut bayi. Cukup pipinya digosok-gosok lembut dengan puting, maka bayi akan mencari arah puting.

Menghisap merupakan salah satu kebutuhan yang akan membuatnya merasa nikmat dan tenang. Mulut bayi merupakan organ penting yang tidak hanya digunakan untuk makan dan minum tetapi juga bereksplorasi. Ada beberapa keuntungan pada bayi yang menghisap jarinya. Studi penelitian menunjukkan pertambahan berat badan dan bayi lebih jarang menangis karena menghisap jari adalah salah satu cara untuk menenangkan dirinya.

Orang tua sebetulnya tidak perlu terlalu cemas, karena kebiasaan menghisap jari biasanya akan berhenti dengan sendirinya. Namun, dengan catatan si bayi tumbuh dilingkungan yang menyenangkan. Jadi, bayi tidak perlu dipaksa untuk berhenti menghisap jari, apalagi sampai jarinya ditarik dari mulutnya. Jika dipaksakan, justru malah akan membuatnya frustasi dan akan lebih sering dan ingin menghisap jarinya demi mengatasi rasa frustasi dan ketidaknyamanannya. Ingat, bayi cenderung menghisap jari selain karena lapar adalah karena merasa tidak nyaman, capai, bosan atau tidak enak badan. Orang tua perlu memberinya toleransi agar bayi dapat memenuhi kebutuhan menghisapnya. Toh, nantinya kebiasaan ini akan berhenti dengan sendirinya. Hanya saja, harap diperhatikan kebersihan tangan dan jari si bayi agar terhindar dari penularan kuman.

Tidak ada bukti yang menyatakan bahwa menghisap jari itu adalah sesuatu yang berbahaya atau memiliki kelainan secara emosional. Menghisap jari tidak menyebabkan kelainan pada rahang dan gigi selama kebiasaan ini tidak terjadi terus menerus ( dalam 1 hari dihisap terus misalnya, jika hanya kadang-kadang tidak apa apa) dan berhenti sebelum gigi permanennya tumbuh. Puncak kebiasaan ini adalah pada usia 18 - 21 bulan dan berhenti dengan sendirinya pada usia 3 tahun.

Berapa masalah yang dapat ditimbulkan akibat kebiasaan menghisap jempol.

  1. Masalah gigi, bila kebiasaan ini bertahan umur 4 tahun maka akan menyebabkan masalah pada gigi susu dan permanen, juga pada tulang-tulang sekitar mulut. Resiko tinggi ditemukan pada anak yang menghisap jari terus menerus siang dan malam.
  2. Jari abnormal, dengan penghisapan yang terjadi terus menerus dapat mengakibatkan terjadinya hiperekstensi jari, terbentuk kalus, iritasi, eksema dan paronikia (jamur kuku).
  3. Efek psikologis pada anak akan menimbulkan menurunnya kepercayaan diri pada anak karena anak sering diejek oleh saudara dan orang tuanya.
  4. Keracunan tidak disengaja.
  5. Resiko infeksi saluran pencernaan.

Kapan sebaiknnya perlu diintervensi?

Sebelum umur 4 tahun, menghisap jempol adalah normal dan tidak berhubungan dengan gangguan fungsi sosial dan perkembangan anak. Perilaku ini tidak perlu dicemaskan dan tidak memerlukan perlakuan khusus. Secara umum, tidak ada yang perlu dilakukan sampai anak berumur 4 tahun karena sebagian besar kebiasaan ini akan menghilang dengan sendirinya pada usia 3 - 4 tahun dan belum ada komplikasi yang timbul sebelum umur ini. Patut diingat, orang tua diharapkan untuk tidak memberikan hukuman pada anak karena anak akan semakin menolak untuk menghentikan kebiasaan ini. Dan bila kebiasaan ini menetap sampai anak berumur 4 tahun, beberapa pendekatan positif yang dapat anda lakukan adalah:

  1. Mengingatkan anak, dengan menggunakan catatan atau kalender yang menyatakan keberhasilan anak tidak menghisap jempol.
  2. Hadiah stiker, buku cerita atau berlibur jika anak tidak menghisap 1 hari.
  3. Menghargai anak dengan memberikan pujian bila tidak menghisap jempol.
  4. Alihkan perhatiannya pada sesuatu yang menarik. Misalnya mainan yang bunyi-bunyi, dll.
  5. Jelaskan akibat dari kebiasaannya ini, biasanya pada usia ini anak sudah dapat mengerti dengan baik apa yang orang tua jelaskan.
Last Updated on Sunday, 24 January 2010 07:39
 
  • olalababy.jpg
  • thermometer 2.jpg